DEFINISI ENTREPRENEUR ( KEWIRAUSAHAAN )
KEWIRAUSAHAAN
: ………….
- Bekerja dengan mendirikan peluang usaha sendiri.
ü Bekerja dengan mendirikan peluang usaha sendiri ialah
menggunakan modal sendiri diminati banyak orang namun membutuhkan modal besar
agar usaha yang kita dirikan menarik banyak orang apalagi jika sangat
dibutuhkan oleh mereka.
- Mampu menciptakan lapangan kerja sendiri.
ü Mampu menciptakan lapangan kerja sendiri bisa melalui bakat
atau hobby yang kita miliki. Maksudnya, jika kita mendirikan lapangan kerja
sesuai bakat atau hobby sendiri maka kita bisa mengeluarkan semua ide yang
selama ini telah terpendam dalam diri kita apalagi jika ada konsumen yang
memiliki hobby atau bakat yang sama, pasti akan mengajak kita untuk membuka
cabang.
- Bentuk kepribadian yang mengarah pada keberanian
individu untuk mengambil sikap menciptakan lapangan kerja dengan
resiko-resikonya untuk memperoleh profit.
ü Apapun resikonya,seseorang harus berani menciptakan
lapangan kerja agar memperoleh keuntungan. Karena jaman sekarang banyak
persaingan bisnis dan kita sebagai pelaku bisnis harus berani dalam menghadapi
persaingan pasar dan dewasa dalam bertindak.
- Usaha perorangan yang mandiri.
ü Biasanya ada beberapa usaha sendiri yang dilakukan
oleh perorangan. Dan, sebelum orang tersebut bekerja sendiri,harus memiliki
pengalaman agar lebih mengerti dunia kerja seperti apa. Karena jika tidak, maka
usaha tersebut tidak akan berjalan seperti yang kita harapkan.
- Mendirikan usaha sendiri dengan merintis usaha
dari nol tanpa join / kerjasama dengan orang lain.
ü Membangun usaha sendiri tanpa bekerja sama dengan
orang lain. Karena bekerja sama dengan orang lain berarti kita membagi rata
hasil / omset usaha yang kita dirikan.
- Ketika kita mendirikan usaha mandiri yang dimulai
dari nol , maka kita bisa juga membuat peluang usaha ini sebagai sumber
mata pencaharian masyarakat yang membuktikannya.
ü Ketika kita mendirikan usaha mandiri kita bisa membagi
kemakmuran untuk orang / masyarakat yang butuh melalui memberikan pekerjaan kepada mereka yang membutuhkannya.
- Rintisan usaha, biasanya usaha turunan dari keluarga / perorangan
/ kelompok dengan segala resiko dan selalu memiliki visi, misi dan tujuan
sekaligus memperoleh profit. Dan, kita bisa mengurangi pengangguran.
ü Meneruskan usaha keluarga yang sudah dirintis dari nol
dan selalu menjaga visi, misi dan tujuan sekaligus memperoleh keuntungan yang
diinginkan. Dan, kita bisa mempekerjakan bagi yang pengangguran sekaligus
memberi mereka pemahaman tentang semua yang mereka lakukan ketika bekerja.
- Proses menciptakan sesuatu nilai yang berbeda
dengan mencurahkan waktu dan upaya yang diperlukan , memikul resiko-resiko
finansial, psikis dan sosial yang menyertai serta menerima penghargaan /
imbalan moneter dan kepuasan pribadi.
ü Definisi seperti ini bisa kita jadikan contoh karena
ada orang cacat yang mampu menjadi ”entrepreneur women”. Orang ini awalnya
hanya bekerja sendiri dengan suaminya dengan membuat kerajinan tangan yaitu
keset dari sisa-sisa kain yang tidak terpakai. Sisa-sisa kain ini dia jahit sendiri
hingga membentuk serangkaian keset-keset lucu dan di jual di pasar. Ketika
keset2 tsb laku dan laris, mereka berani membuka pusat pembuatan keset dan
mempekerjakan beberapa orang cacat. Kemudian “entrepreneur women” ini
mendapatkan penghargaan dari sebuah lembaga.
ü Dari sini, kita bisa memahami, tidak semua
kewirausahaan bisa di raih oleh orang normal. Kita bisa meniru seperti
suami-istri tersebut, lebih bagus lagi kalau kita mempekerjakan orang cacat
karena tak selamanya orang cacat tidak memiliki kemampuan.
- Proses mengidentifikasi, mengembangkan dan
membawa visi ke dalam kehidupan. Hasil dari proses tersebut adalah
penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi resiko / ketidakpastian.
ü Kita hidup di dunia ini pasti membawa visi dan misi
yang ingin kita capai dan kita jaga. Dan tentunya kita harus mengembangkan visi
misi tersebut dalam bentuk usaha baru yang tentunya penuh dengan resiko yaitu
bisa berupa mendirikan lapangan kerja.
10. Semangat , sikap , perilaku dan kemampuan seseorang
dalam menangani usaha / kegiatan
yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan serta menerapkan cara kerja,
teknologi & produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka
memberikan pelayanan yang lebih baik / memperoleh keuntungan yang lebih besar.
ü Semangat, sikap, perilaku dan kemampuan seseorang
dalam menangani usaha guna mencari, menciptakan serta menerapkan segala sesuatu
yang lebih modern dengan meningkatkan pelayanan dan kwalitas untuk konsumen.
Karena dengan menerapkan cara kerja dan meningkatkan pelayanan, konsumen akan merasa di
nomersatukan.
- Perorangan / kelompok / keluarga yang menjalankan
usaha / perusahaan dengan
kemungkinan untung atau rugi.
ü Setiap orang / kelompok / keluarga yang menjalankan
usaha / perusahaan pasti akan mengalami untung / rugi. Ketika mengalami rugi,
pelaku bisnis harus meneliti
kesalahannya dimana kemudian baru bisa mengulang kembali usaha mereka. Dan
tentunya mereka(pemilik usaha) harus berada di tempat guna mengontrol dan
mengawasi jalannya perusahaan. Tak selamanya, pelaku bisnis mengalami untung
dan bisa awet karena semua bisnis di bidang apapun pasti memiliki umur kejayaan.
- Orang yang mengorganisir , mengelola dan berani
menanggung resiko untuk menciptakan usaha baru dan peluang berusaha.
ü Di dalam mendirikan usaha apapun, seseorang harus bisa
mengelola dan menata usaha agar tidak sampai mengalami kehancuran. Ketika
mengelola, pelaku bisnis tentu harus bisa menjaga nama perusahaan dan membuat
konsumen menyukai pelayanan tsb. Tentunya harus berani menanggung resiko.
- Orang yang mampu menciptakan dan merancang suatu
gagasan menjadi realita.
ü Di saat kita bekerja di sebuah perusahaan milik orang
lain, kita pasti diberikan kesempatan
untuk menciptakan ide-ide baru guna lebih mengembangkan perusahaan tsb. Setelah
kita merasa pintar, kita pasti ingin mengeluarkan gagasan tersebut menjadi
kenyataan. Kenyataan itu bisa berupa usaha sendiri dalam bentuk apapun dan yang
pertama di lakukan adalah mencari nama agar perusahaan yang di bangun disukai
banyak orang. Tetapi kita juga harus mengamati persaingan pasar serta
menanggung semua resiko.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar